Minggu, Desember 04, 2011

Uraian Sistem Pembelian Pada Perusahaan Dagang

Mungkin ada beberapa orang yang tidak mengetahui bagaimana prosedur pembelian barang dagang dalam suatu perusahaan, berikut ini saya akan menjelaskan bagaimana prosedur pembelian itu terjadi.

1. Bagian gudang akan membuat Surat Permintaan Pembelian (SPP) sebanyak 2 lembar, SPP lembar ke 2 dijadikan arsip tetap oleh bagian gudang sedangkan SPP lembar 1 diserahkan ke bagian pembelian. Bagian pembelian akan membuat surat permintaan penawaran harga yang akan dikirim ke pemasok. Setelah surat permintaan dikirim kembali oleh pemasok bagian pembelian akan membuat perbandingan harga hingga terjadi proses penawaran harga. Jika harga telah disepakati bagian pembelian akan membuat Surat Order Pembelian (SOP) sebanyak 7 lembar.

2. SOP lembar 1 dikirim kepada pemasok bersama SOP lembar ke 2. SOP lembar ke 3 diserahkan ke bagian pengiriman barang bersamaan dengan surat pengantar dari pemasok. Bagian penerimaan barang akan memeriksa barang berdasarkan SOP lembar ke 3 dengan surat pengantar dari pemasok. Setelah itu bagian penerimaan barang akan membuat laporan penerimaan sebanyak 3 lembar. Laporan penerimaan barang ke 1 diserahkan ke bagian pembelian, oleh bagian pembelian akan diserahkan ke bagian gudang serta mencatat tanggal pembelian pada SOP lembar ke 6 dan ke 7.

3. Bagian hutang akan membandingkan faktur dari pemasok yang telah diperiksa oleh bagian pembelian dengan SOP  lembar ke 4 dan laporan penerimaan barang lembar ke 1. Setelah ketiganya di bandingkan, bagian hutang akan membuat Bukti Kas Keluar (BKK) sebanyak 3 lembar. BKK lembar pertama dianggap sebagai register BKK, dan kemudian akn dijadikan arsip sementara dengan BKK lembar ke 3. SOP, laporan penerimaan barang, dan faktur yang telah dibandingkan oleh bagian hutang akan diarsipkan sebagai arsip sementara.

4. BKK lembar ke 2 diserahkan ke bagian Akuntansi, setelah itu BKK lembar ke 2 akan dijadikan sebagai kartu persediaan dan dijadikan sebagai arsip tetap. SOP lembar ke 5 kebagian gudang dan dijadikan sebagai arsip tetap. Laporan penerimaan barang lembar ke 3 dikirim ke bagian gudang bersama dengan penyerahan barang, dan dijadikan arsip tetap. SOP lembar ke 6 akan dijadikan arsip sementara sedangkan SOP lembar ke 7 akan dijadikan arsip tetap.

0 komentar:

Poskan Komentar