Tampilkan postingan dengan label AKUNTANSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKUNTANSI. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 15, 2011

Mutasi Dana Kas Kecil

Mutasi/perubahan kas pada dasarnya adalah akibat adanya penerimaan dan pengeluaran dana. Dana kas kecil diterima kas umum dan dikeluarkan melalui bagian pemakai dana. Transaksi yang mengakibatkan terjadinya mutasi adalah sebagai berikut:

a. Transaksi pembentukan dana kas kecil sebesar jumlah menurut keputusan kepala bagian keuangan. Dokumen transaksi tersebut ialah sebagai berikut:
  • Bukti pengeluaran kas yang dibuat oleh bagian hutang.
  • Surat keputusan kepala bagian keuangan sebagai dokumen pendukung.
b. Transaksi pemakaian dana kas kecil melalui bagian-bagian pemakai dana, dokumen transaksi tersebut ialah sebagai berikut:
  • Bukti pengeluaran kas kecil yang dibuat bagian-bagian pemakai dana.
  • Bukti penggunaan dana seperti, nota kontan, kuitansi yang dibuat pihak luar perusahaan sebagai dokumen pendukung.
  • Surat permintaan pengeluaran dana kas kecil yang dibuat bagian-bagian pemakai sebagai dokumen pendukung.
c. Transaksi pengisian kembali dana kas kecil, dokumen transaksinya adalah sebagai berikut:
  • Bukti pengeluaran kas yang dibuat bagian hutang.
  • Surat permintaan pengisian kembali dana kas kecil sebagai dokumen pendukung dibuat oleh pemegang dana kas kecil.
  • Bukti pengeluaran kas kecil sebagai dokumen pendukung dibuat oleh bagian-bagian pemakai dana kas kecil.

Rabu, Desember 14, 2011

Prosedur Pengeluaran Dana Kas Kecil

Formulir yang digunakan dalam pengeluaran dana kas kecil terdiri dari formulir surat permintaan pengeluaran dana kas kecil dan bukti pengeluaran kas kecil. Pihak yang terlibat dalam pengeluaran atau penggunaan dana kas kecil adalah Pemegang Dana Kas Kecil dan bagian yang menggunakan (pemakai) dana kas kecil. Kegiatan masing-masing pihak adalah sebagai berikut :

1. Pemakai Dana Kas Kecil
  • Mengisi formulir surat permintaan pengeluaran dana kas kecil sebanyak 2 lembar untuk selanjutnya diserahkan kepada pemegang dana kas kecil.
  • Menerima uang tunai dan surat permintaan pengeluaran dari pemegang dana kas kecil.
  • Mengumpulkan bukti-bukti penggunaan dana kas kecil untuk dijadikan pendukung bukti pengeluaran kas kecil.
  • Mengisi formulir bukti pengeluaran kas kecil berdasarkan data bukti pendukung.
  • Menyerahkan bukti pengeluaran kas kecil, bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1 kepada pemegang dana kas kecil.
  • Menerima surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar ke 2 yang telah di cap lunas dari pemegang dana kas kecil untuk di arsipkan.
2. Pemegang Dana Kas Kecil
  • Menerima surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1 dan 2 dari bagian yang memerlukan dana (pemakai).
  • Menyerahkan uang tunai dan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1 kepada pemakai dana kas kecil.
  • Menerima bukti pengeluaran kas kecil, bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran kas kecil lembar 1 dari pemakai dana kas kecil sebagai bukti pertanggung jawaban.
  • Membubuhkan cap lunas pada bukti pengeluaran kas kecil, bukti-bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1 dan 2.
  • Menyerahkan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 2 yang telah di cap lunas kepada pemakai dana kas kecil.
  • Menyimpan bukti pengeluaran kas kecil, bukti-bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1. Dokumen-dokumen tersebut diserahkan kepada bagian hutang pada saat pengajuan permintaan pengisian kembali dana kas kecil.

Prosedur Pengelolaan Dana Kas Kecil

Jika suatu perusahaan melakukan pembayaran dalam jumlah tertentu yang dipandang tidak praktis jika menggunakan cek, pengeluaran dilakukan dengan menggunakan dana kas kecil. Pengelolaan dana kas kecil dilakukan oleh petugas khusus dengan menerapkan sistem tertentu oleh karena itu dalam pengelolaan dana kas kecil diperlukan standar prosedur pengelolaan dana kas kecil yang ditetapkan perusahaan. Dalam perusahaan yang menyelenggarakan akuntansi secara manual, selain adanya prosedur yang ditetapkan, perlengkapan dan peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan dana kas kecil antara lain : 
  1. Buku Jurnal Pengeluaran Kas
  2. Buku Jurnal Kas Kecil
  3. Formulir surat permintaan, pengisian dana kas kecil
  4. Formulir permintaan pengeluaran dana kas kecil
  5. Formulir bukti pengeluaran kas kecil
  6. Formulir laporan penggunaan dana kas kecil
  7. Alat-alat tulis kantor 
  8. Alat hitung manual dan elektronik.
  • PROSEDUR PENGELOLAAN DANA KAS KECIL
Kegiatan pengelolaan dana kas kecil meliputi pembentukan dana kas kecil, penggunaan dana kas kecil, dan pengisian kembali dana kas kecil. Prosedur atau langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :
a. Prosedur Pembentukan Dana Kas Kecil
Dana kas kecil di bentuk (disediakan) berdasarkan surat keputusan kepala bagian keuangan. Dalam perusahaan yang memiliki standar prosedur akuntansi semua jenis pengeluaran kas melibatkan bagian hutang sehingga unit organisasi yang terlibat dalam prosedur pembentukan dana kas kecil adalah bagian hutang, bagian kasa, dan bagian pemegang dana kas kecil. Tugas masing-masing adalah sebagai berikut :

1. Bagian Hutang
  • Menerima surat keputusan, pembentukan dana kas kecil dari kepala bagian keuangan.
  • Membuat bukti pengeluaran kas dalam tiga rangkap. Lembar 1 dan 3 diserahkan kepada bagian kasa dilampiri surat pembentukan dana kas kecil. Lembar 2 diserahkan kepada bagian buku pembantu yang terkait misalnya, bagian kartu biaya dan kartu persediaan untuk disisipkan.
  • Mencatat bukti pengeluaran kas dalam daftar bukti kas keluar yang belum dibayar (berfungsi sebagai buku pembantu hutang).
  • Menerima bukti pengeluaran kas lembar 1 yang telah dicap lunas dari bagian kasa dilampiri surat keputusan pembentukan dana kas kecil.
  • Mencatat nomor cek dan tanggal pembayaran sesuai data bukti pengeluaran kas yang telah dicap lunas dalam daftar bukti kas keluar pada kolom yang disediakan.
  • Menyerahkan bukti kas pengeluaran kas lembar 1 yang telah dicap kepada bagian jurnal dan laporan.
2. Bagian Kasa
  • Menerima bukti pengeluaran kas lembar 1 dan 3 dilampiri surat pembentukan dana kas kecil dari bagian hutang.
  • Menyediakan cek sebesar jumlah yang tercantum dalam bukti pengeluaran kas untuk ditanda tangani oleh pejabat perusahaan yang berwenang mengeluarkan kas.
  • Membubuhkan cap tanda lunas pada bukti pengeluaran kas lembar 1 dan 3 serta surat pembentukan dana kas kecil.
  • Menyerahkan bukti pengeluaran kas lembar 1 ke bagian hutang dilampiri surat bukti pembentukan dana kas kecil, dan lembar ke 3 diserahkan kepada pemegang dana kas kecil.
3. Bagian Jurnal dan Laporan
  • Menerima bukti pengeluaran kas lembar 1 yang telah di cap lunas dilampiri surat pembentukan dana kas kecil dari bagian hutang.
  • Mencatat bukti pengeluaran kas dalam buku jurnal pengeluaran kas (register cek)
  • Mengarsipkan bukti pengeluaran kas bersama surat keputusan pembentukan dana kas kecil dalam map arsip bukti pengeluaran kas (voucher) yang sudah dibayar.
4. Pemegang Dana Kas Kecil
  • Menerima cek dan bukti pengeluaran kas lembar 3 dari bagian kasa
  • Menguangkan cek ke bank dan menyimpan dana kas kecil
  • Mengarsipkan bukti pengeluaran berdasarkan urutan tanggal.

Selasa, Desember 13, 2011

Rekonsiliasi Bank

Semua kas yang diterima perusahaan sebagian dialokasikan untuk kas untuk ditangan dan sebagian besar disetor ke bank. Sebelum disetor ke bank perusahaan telah mencatat dalam jurnal penerimaan kas sedangkan cek yang dikeluarkan serta pembayaran dengan uang tunai untuk berbagai keperluan dicatat dalam jurnal pengeluaran kas. Kedua buku jurnal tersebut dihimpun ke dalam akun kas/buku besar kas. Saldo akhir yang ada dalam akun kas dicocokkan dengan jumlah saldo kas ditangan dan saldo kas di Bank, simpanan di Bank dalam bentuk rekening giro yang sewaktu-waktu dapat diambil/ditarik sehingga saldonya akan berubah setiap saat maka rekening giro sering disebut dengan rekening koran. Rekening koran adalah laporan dari bank mengenai mutasi/perubahan jumlah setoran atau pengambilan melalui bank. Rekonsiliasi Bank adalah penyesuaian antara saldo kas di bank menurut catatan perusahaan dengan menurut catatan di bank.

Catatan perusahaan dengan catatan dibank sering tidak cocok antara lain :
  1. Adanya jasa giro (perusahaan belum mencatat tetapi bank sudah mencatat). Penyesuaiannya : Kas (+) jasa giro.
  2. Biaya Administrasi Bank dan Pajak atas bunga (bank telah mencatat, perusahaan belum). Penyesuaiannya : Kas (-) Biaya adm. bank dan Pajak atas bunga. 
  3. Penerimaan tagihan dari debitur melalui bank. Penyesuaiannya : Kas (+)
  4. Pembayaran hutang dengan penarikan cek kepada kreditur oleh perusahaan sudah dicatat dalam Jurnal Kas Keluar tetapi oleh kreditur yang bersangkutan cek tersebut belum diuangkan (Out Standing Check) atau cek dalam peredaran. Penyesuaiannya : Saldo di bank harus dikurangi sejumlah cek yang beredar.
  5. Setoran dalam perjalanan (Deposit In Transit). Penyesuaiannya : Saldo kas di bank harus ditambah sedangkan perusahaan tidak perlu mencatat. 
  6. Adanya Cek Kosong. Penyesuaiannya : perusahaan harus mencatat kembali dengan mengurangi kas.

Pencatatan Selisih Kas

Selisih kas timbul apabila terjadi perbedaan antara saldo kas menurut buku dengan menurut fisik apabila selisih kas diketahui penyebabnya maka dibuat jurnal penyesuaian/koreksi sesuai akun yang terkait. Apabila selisih kas tidak diketahui penyebabnya mungkin karena kelebihan penerima pengembalian/mengembalikan atau kekurangan penerima pengembalian/mengembalikan.

Jika saldo kas menurut fisik lebih besar daripada menurut buku maka dibuat jurnal:
kas                  Rp. xxx
-selisih kas                     Rp. xxx
Kemudian apabila saldo kas menurut fisik lebih kecil daripada menurut buku maka dibuat jurnal:
selisih kas        Rp. xxx
-kas                              Rp. xxx

Contoh :
1. Penerimaan uang tunai dari Toko CITRA sejumlah Rp. 3.545.500,- karena tidak ada uang pecahan kecil, Toko CITRA menyerahkan uang Rp. 3.550.000,-
2. Penerimaan dari penjualan tunai Rp. 59.670.000,- menurut cash register Rp. 59.675.500,-

Dari transaksi tersebut maka pembuatan jurnalnya adalah sebagai berikut :
1. Kas            Rp. 4.500
    -Selisih Kas                   Rp. 4.500,-
2. Selisih kas   Rp. 5.500,-
    -Kas                              Rp. 5.500,-

Pada akhir periode perkiraan selisih kas dicatat ke rugi laba dalam neraca lajur selisih kas (D) masuk kolom rugi, kas (K) masuk kolom laba.

Prosedur Pengeluaran Kas

Pembelian Tunai dan Kredit.
Bagian- bagian yang terkait adalah :
  1. Bagian Pembelian : membuat surat order pembelian yang ditujukan kepada pemasok
  2. Bagian Hutang : bila pembelian dilakukan secara kredit maka bagian hutang akan membuat bukti pengeluaran kas, lalu mencatatnya ke buku pembantu hutang dan menyerahkan lembar ke 1 ke bagian akuntansi.
  3. Bagian Kasa : menerima bukti pengeluaran kas, menyiapkan cek yang ditanda tangani pejabat berwenang lalu menyerahkan bukti kas keluar ke bagian hutang dan ke kreditur dengan cek.
  4. Bagian Penerimaan Barang : menerima dan mencocokkannya dengan faktur pembelian dan bukti kas keluar kemudian menyerahkan barang ke gudang.
  5. Bagian Gudang : menerima barang dan mencatatnya ke dalam kartu persediaan dan kartu gudang.
  6. Bagian Jurnal dan Laporan : menerima bukti kas keluar dan mencatat ke jurnal pengeluaran kas.

Senin, Desember 12, 2011

Prosedur Penerimaan Kas

A. Dari Penjualan Tunai
Bagian-bagian yang terkait aktiva lancar:
1. Bagian Order Penjualan : bertugas membuat faktur penjualan 3 lembar (untuk pembeli, bagian gudang, arsip bagian penjualan).
2. Bagian Kasa : bertugas menerima pembayaran, memasukkan data ke register kas, memberi cap lunas, faktur bersama pita register diserahkan ke bagian pengiriman selanjutnya membuat bukti setoran ke bank.
3. Bagian Pengiriman : bertugas menerima barang dan faktur ke 2 dari gudang lalu mencocokkan dengan faktur yang di cap lunas dan pita register diserahkan ke bagian jurnal dan laporan.
4. Bagian jurnal dan laporan : bertugas menerima faktur lembar ke 1 dan pita register lalu mencatat ke buku jurnal penerimaan kas.

B. Dari Penerimaan Piutang
Bagian-bagian yang terkait adalah sebagai berikut:
1. Bagian sekretariat : bertugas menerima surat pemberitahuan bersama cek dari debitur tentang transfer dana dari memo kredit dari Bank, membuat surat pemberitahuan ke bagian piutang dilampiri surat dari Debitur dan memo kredit dari bank.
2. Bagian Piutang : Menerima surat pemberitahuan dari debitur dan memo kredit dari bank, membuat bukti penerimaan kas (BKM), mencatat bukti penerimaan kas ke buku pembantu piutang.
3. Bagian kas : Menerima daftar surat pemberitahuan dan cek dari bagian sekretariat, membuat bukti setoran ke bank sebanyak 3 lembar, menyetor cek dari langganan ke bank dan bukti setoran, menyerahkan kembali ke bagian piutang dan 1 lembar untuk arsip bagian kasa.
4. Bagian jurnal dan laporan : bertugas menerima bukti penerimaan kas, surat pemberitahuan dari debitur dan bukti setoran ke bank dari bagian piutang, mencatat bukti penerimaan kas ke jurnal penerimaan kas, kemudian diarsipkan.

Mengelola Administrasi Kas

Kas adalah uang logam dan alat lainnya/surat berharga yang segera dapat diambil/ditukar jadi uang tunai. Contoh: Uang kartal, uang logam, cek, simpanan bentuk giro, wesel pos.
Kas bertambah dari penjualan tunai, penerimaan tagihan, penerimaan kas lainnya, dan dari berbagai sumber pendapatan. Kas berkurang apabila terjadi pembelian tunai, pembayaran hutang, serta pembayaran-pembayaran beban dari berbagai keperluan. 

1. Pengawasan kas
Karena kas mempunyai sifat mudah di pindah tangankan, mudah diselewengkan, riskan terhadap kehilangan, pencurian, mempunyai daya tarik, oleh karena itu perlu diadakan pengawasan dan pengendalian kas antara lain: diadakan pemisahan fungsi bagian penerimaan kas, pengeluaran kas, penyimpanan, dan bagian pembukuan.

Dalam pengeluaran kas dibuat bukti-bukti pengeluaran yang harus disetujui oleh kepala bagian keuangan sedangkan untuk penerimaan kas harus dibuat bukti-bukti penerimaan kas. Untuk pengamanan kas setelah membuat Berita Acara Pemeriksaan uang kas langsung disetorkan ke bank secara rutin bila perlu setiap hari.
Untuk pengeluaran dalam jumlah kecil sebaiknya disediakan dana kas kecil . Untuk jumlah-jumlah pengeluaran yang akan dibayar sebaiknya diantisipasi dengan membuat sistem voucher.

2. Komposisi Kas
Komposisi kas yang ada dalam perusahaan sedapat mungkin tidak kurang dari 30% atau antara 30%-40% dari hutang lancar. 

3. Pemeriksaan Kas
Pemeriksaan kas diadakan secara berkala dengan pemberitahuan terlebih dahulu ataupun tidak. Dalam stock opname kas diadakan pemeriksaan antara saldo kas dibuku dengan saldo kas menurut phisik, Berita Acara ditandatangani oleh pemeriksa minimal 2-3 orang yang dilakukan secara tertib.

Uraian Sistem Penjualan Kredit Pada Perusahaan Dagang

  • Sistem penjualan kredit dimulai dari bagian order penjualan. Bagian order penjualan bertugas menerima surat order dari pelanggan kemudian membuat SOP (Surat Order Pengiriman) sebanyak 9 lembar, lembar 1 diserahkan ke bagian gudang, lembar 2,3,4,dan 5 diserahkan di bagian pengiriman, lembar ke 6 diserahkan kepada pembeli, lembar ke 7 diserahkan ke bagian kredit, lembar ke 8 diarsipkan sebagai arsip permanen, dan lembar ke 9 diarsipkan sebagai arsip sementara.
  • Bagian gudang akan menyiapkan barang sesuai dengan kuantitas yang ada dalam SOP. Data dalam SOP lembar 1 dicatat dalam kartu gudang dan kemudian diserahkan ke bagian pengiriman barang.
  • Di bagian pengiriman barang SOP lembar 2,3,4,dan 5 akan disatukan dengan SOP lembar 1 dari bagian gudang. Kemudian bagian pengiriman akan menempel SOP lembar 5 pada pembungkus barang sebagai slip pembungkus. SOP lembar 1 dan 2 dikembalikan ke bagian order penjualan dan SOP lembar ke 3 diserahkan kepada perusahaan angkutan umum yang ditugaskan untuk mengirimkan barang, sedangkan SOP lembar ke 4 diarsipkan sebagai arsip permanen.
  • Setelah menerima SOP lembar ke 7 bagian kredit akan memeriksa status kredit dan memberikan otorisasi kredit kemudian SOP lembar ke 7 di kembalikan ke bagian order penjualan.
  • Bagian penjualan akan mengarsipkan SOP lembar ke 7 sebagai arsip permanen sedangkan SOP lembar 1 dan 2 diserahkan ke bagian penagihan, dan mencatat tanggal pengiriman pada SOP lembar ke 9.
  • Bagian penagihan akan membuat faktur penjualan sebanyak 5 lembar. Lembar 1 dikirim ke pelanggan, lembar ke 2 dan SOP lembar 1 dan 2 dikirim ke bagian piutang, lembar 3 dikirim ke bagian jurnal, buku besar, dan laporan, lembar 4 dikirim ke bagian kartu persediaan dan kartu biaya, lembar ke 5 dikirim ke pramuniaga.
  • Bagian piutang akan mencatat data dalam faktur penjualan ke kartu piutang, kemudian SOP lembar 1 dan 2 serta faktur lembar ke 2 diarsipkan.
  • Bagian jurnal, buku besar, dan laporan akan mencatat data yang ada dalam faktur lembar ke 3 dalam jurnal penjualan.
  • Bagian kartu persediaan dan kartu biaya akan mencatat data yang ada di faktur lembar ke 4 ke dalam kartu persediaan sebagai HPP kemudian diarsipkan.

Senin, Desember 05, 2011

Uraian Sistem Penjualan Tunai Pada Perusahaan Dagang

  1. Pada sistem penjualan tunai transaksi dimulai dari bagian order penjualan yang bertugas menerima order dari pembeli kemudian mengisi Form Penjualan Tunai (FPT) sebanyak 3 lembar, lembar 1 diserahkan ke bagian kasa (via pembeli), lembar ke 2 diserahkan ke bagian gudang, dan lembar ke 3 diarsipkan.
  2. Pada bagian kasa setelah menerima FPT lembar pertama, bagian kasa akan menerima pembayaran dari pembeli, kemudian membuat Pita Register Kas yang dibubuhkan cap "lunas", yang kemudian akan dibawa oleh pembeli ke bagian penerimaan barang.
  3. Bagian gudang akan menyiapkan dan menyerahkan barang pada pembeli. Data-data yang ada pada FPT lembar ke 2 disalin ke kartu gudang, setelah selesai FPT diserahkan ke bagian pengiriman barang bersamaan dengan barang yang di order oleh pembeli.
  4. Pita register kas dan FPT lembar 1 akan dicocokkan oleh bagian pengiriman barang agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemenuhan order yang diminta oleh pembeli. FPT lembar 1 dan Pita Register Kas kemudian diserahkan ke bagian akuntansi sedangkan FPT lembar 2 diserahkan kepada pembeli sebagai slip pembungkus barang.
  5. Oleh bagian akuntansi, FPT lembar 1 disalin ke jurnal penjualan dan jurnal penerimaan kas setelah itu FPT lembar 1 dan pita register kas diserahkan ke bagian kartu persediaan dan kartu biaya untuk dicatat dalam kartu persediaan sebagai harga pokok penjualan, dan kemudian diarsipkan.

Minggu, Desember 04, 2011

Uraian Sistem Pembelian Pada Perusahaan Dagang

Mungkin ada beberapa orang yang tidak mengetahui bagaimana prosedur pembelian barang dagang dalam suatu perusahaan, berikut ini saya akan menjelaskan bagaimana prosedur pembelian itu terjadi.

1. Bagian gudang akan membuat Surat Permintaan Pembelian (SPP) sebanyak 2 lembar, SPP lembar ke 2 dijadikan arsip tetap oleh bagian gudang sedangkan SPP lembar 1 diserahkan ke bagian pembelian. Bagian pembelian akan membuat surat permintaan penawaran harga yang akan dikirim ke pemasok. Setelah surat permintaan dikirim kembali oleh pemasok bagian pembelian akan membuat perbandingan harga hingga terjadi proses penawaran harga. Jika harga telah disepakati bagian pembelian akan membuat Surat Order Pembelian (SOP) sebanyak 7 lembar.

2. SOP lembar 1 dikirim kepada pemasok bersama SOP lembar ke 2. SOP lembar ke 3 diserahkan ke bagian pengiriman barang bersamaan dengan surat pengantar dari pemasok. Bagian penerimaan barang akan memeriksa barang berdasarkan SOP lembar ke 3 dengan surat pengantar dari pemasok. Setelah itu bagian penerimaan barang akan membuat laporan penerimaan sebanyak 3 lembar. Laporan penerimaan barang ke 1 diserahkan ke bagian pembelian, oleh bagian pembelian akan diserahkan ke bagian gudang serta mencatat tanggal pembelian pada SOP lembar ke 6 dan ke 7.

3. Bagian hutang akan membandingkan faktur dari pemasok yang telah diperiksa oleh bagian pembelian dengan SOP  lembar ke 4 dan laporan penerimaan barang lembar ke 1. Setelah ketiganya di bandingkan, bagian hutang akan membuat Bukti Kas Keluar (BKK) sebanyak 3 lembar. BKK lembar pertama dianggap sebagai register BKK, dan kemudian akn dijadikan arsip sementara dengan BKK lembar ke 3. SOP, laporan penerimaan barang, dan faktur yang telah dibandingkan oleh bagian hutang akan diarsipkan sebagai arsip sementara.

4. BKK lembar ke 2 diserahkan ke bagian Akuntansi, setelah itu BKK lembar ke 2 akan dijadikan sebagai kartu persediaan dan dijadikan sebagai arsip tetap. SOP lembar ke 5 kebagian gudang dan dijadikan sebagai arsip tetap. Laporan penerimaan barang lembar ke 3 dikirim ke bagian gudang bersama dengan penyerahan barang, dan dijadikan arsip tetap. SOP lembar ke 6 akan dijadikan arsip sementara sedangkan SOP lembar ke 7 akan dijadikan arsip tetap.

Jumat, Oktober 28, 2011

Sifat dan Keterbatasan Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang telah disusun dan disajikan berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku memiliki sifat dan keterbatasan seperti dijabarkan dibawah ini:

Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan kejadian yang telah lewat. Karena itu laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.

Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan pertimbangan.

Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Demikian pula, penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal ini tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan.

Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian. Apabila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.

Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa atau transaksi daripada bentuk hukumnya atau formalitasnya. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis dan pemakai laporan dianggap memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan.

Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antar perusahaan. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat kuantifikasikan umumnya diabaikan.

Kamis, Oktober 27, 2011

Tujuan dan Syarat-syarat Laporan Keuangan

Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan:
  1. Informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai posisi keuangan perusahaan (termasuk bank) pada suatu saat tertentu.
  2. Informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai hasil usaha perusahaan selama periode akuntansi tertentu.
  3. Informasi keuangan yang dapat membantu pihak-pihak yang berkepentingan untuk menilai atau menginterpretasikan kondisi dan potensi perusahaan.
  4. Informasi penting lainnya yang relevan dengan kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan yang bersangkutan.
Laporan keuangan akan lebih bermanfaat apabila memenuhi syarat-syarat seperti dibawah ini:
  • Relevan : Data yang diolah dan disajikan dalam laporan keuangan hanyalah data yang ada kaitannya dengan transaksi yang bersangkutan. Data yang tidak perlu diungkapkan dan tidak ada kaitannya dengan kegiatan perusahaan tidak perlu disajikan.
  • Jelas dan dapat dimengerti : Informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan harus ditampilkan dengan cara sedemikian rupa hingga jelas dapat dipahami dan dimengerti oleh semua pembaca laporan keuangan. Dengan demikian, para pemakai laporan keuangan dapat mengambil keputusan yang relevan dari informasi yang dibaca.
  • Dapat diuji kebenarannya : Data dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus dapat ditelusuri kepada bukti asalnya, baik dalam bentuk dokumen dasar, formulir berharga, maupun fisik aktiva bersangkutan. Semua data dan informasi yang disajikan harus dapat dipertanggungjawabkan oleh manajemen perusahaan.
  • Netral : Laporan keuangan haruslah disajikan untuk dapat dipergunakan oleh semua pihak. Laporan keuangan tidak ditujukan untuk memenuhi pihak-pihak tertentu, sehingga harus dibuat lebih dari satu macam laporan keuangan sesuai dengan kebutuhan informasi para pemakai. Laporan keuangan yang disajikan harus dibuat tidak bias atau harus netral sehingga semua pihak dapat mempergunakannya.
  • Tepat waktu : Laporan keuangan harus memiliki periode pelaporan, sehingga jelas batas pelaporan dari posisi harta, hutang, modal, pendapatan, dan biaya dari perusahaan yang akan dilaporkan. Waktu penyajiannya harus dinyatakan dengan jelas dan disajikan dalam batas waktu yang wajar, dalam arti tidak terlalu terlambat sehingga dapat digunakan oleh manajemen untuk mengambil keputusan yang sifatnya manajerial maupun teknikal.
  • Dapat diperbandingkan : Laporan keuangan yang disajikan harus dapat diperbandingkan dengan periode-periode sebelumnya sebagai dasar untuk mengikuti perkembangan arah (trend) dari harta, hutang, modal, pendapatan, serta biaya. Dasar dari laporan yang dapat diperbandingkan adalah penerapan prinsip akuntansi secara konsisten.
  • Lengkap : Data yang disajikan dalam informasi akuntansi, baik dalam neraca, ikhtisar laba-rugi, maupun ikhtisar posisi keuangan, haruslah lengkap sehingga tidak memberikan informasi yang menyesatkan bagi para pemakai laporan keuangan. Keutuhan data akuntansi merupakan syarat mutlak bagi tercapainya azas relevan.

Istilah Audit

  1. Analisa (analize) yaitu memeriksa dengan cara memecah-mecah/membagi menjadi bagian yang lebih kecil untuk menentukan hubungan antara bagian-bagian tersebut. Misalnya beban lain-lain dianalisa sesuai dengan sifat beban masing-masing.
  2. Mengecek (check) yaitu memeriksa suatu perkalian/penjumlahan untuk menjamin ketepatan dengan memberi tanda (tick mark), misalnya : ^ : Footing verified (memeriksa kebenaran penjumlahan kebawah), < : Cross Footing verified (memeriksa kebenaran penjumlahan kesamping).
  3. Membandingkan (compare), yaitu membandingkan dua data atau lebih dari suatu informasi dengan memperhatikan persamaan dan perbedaan.
  4. Menginspeksi (scan), yaitu menelaah secara kritis tanpa melakukan verifikasi lengkap untuk melihat apakah ada hal-hal yang ganjil.
  5. Rekonsiliasi, yaitu mencocokkan dua sumber yang terpisah mengenai suatu hal yang sama, jika ada perbedaan harus dijelaskan. Misalnya rekonsiliasi bank.
  6. Konfirmasi, yaitu usaha pencarian bukti dimana pihak ketiga meneguhkan kebenaran atau kesalahan informasi yang diperiksa. Misalnya konfirmasi saldo hutang, piutang, modal, persediaan yang dititipkan oleh bank.
  7. Menelusuri (trace), yaitu memeriksa dengan cara mengurut kembali ke bukti asal.
  8. Memeriksa dokumen dasar (vouching), yaitu membuktikan sah atau tidaknya suatu transaksi, maksudnya apakah didukung oleh bukti yang lengkap dan disetujui oleh pejabat berwenang.
  9. Testing, yaitu pemeriksaan sebagian dari suatu populasi yang hasilnya digunakan untuk menarik kesimpulan mengenai populasi tersebut.
  10. Cut off, dihubungkan dengan pengujian transaksi apakah dicatat dengan tepat waktu pada akhir periode.

Selasa, Oktober 25, 2011

Harga Perolehan dan Cara Kepemilikan Aktiva Tetap

Yang termasuk harga perolehan antara lain, harga beli aktiva yang bersangkutan ditambah biaya-biaya angkut, pemasangan, asuransi pengangkutan, percobaan, komisi, balik nama dan lain-lain.

Unsur-unsur yang dipertimbangkan dalam perhitungan harga perolehan aktiva tetap, mungkin saja berbeda antara jenis aktiva tetap yang satu dengan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya, unsur harga perolehan suatu aktiva tetap dapat dilihat dalam uraian berikut ini.

  • Tanah : Harga perolehan tanah meliputi harga beli tanah dari pemilik, biaya survey, biaya perantara atau komisi, biaya pematangan tanah, biaya balik nama di agraria/BPN.
  • Gedung : Harga perolehan gedung meliputi biaya perencanaan oleh arsitek, IMB, asuransi selama pembangunan, bunga selama pembangunan atas uang pinjaman untuk pembiayaan gedung, dan semua pengeluaran lainnya yang dibutuhkan sehubungan pembangunan gedung, serta biaya pemilikannya.
  • Mesin : Harga perolehan mesin meliputi harga mesin menurut faktur pembelian, biaya-biaya angkut, PPN, bongkar dan angkut ke dalam pabrik, pasang dan stel mesin, dan percobaan mesin.
  • Kendaraan : Harga perolehan kendaraan meliputi harga kendaraan menurut faktur pembelian, dan bea balik nama.
  • Perbaikan Tanah : Perbaikan tanah merupakan sarana yang dibangun di atas tanah selain gedung, seperti jalan, parit, tempat parkir. Biaya perbaikan tanah (cost) bukan merupakan bagian dari biaya tanah, akan tetapi harus dicatat secara terpisah dengan menggunakan rekening perbaikan tanah dan sesuai dengan umur ekonomis/masa manfaatnya tanah juga harus disusutkan.
Cara pemilikan aktiva tetap berwujud (acquisition of plant and equipment), antara lain:
  1. dibeli tunai (purchase for cash)
  2. dibeli secara kredit atau angsuran (purchase on deferred payment)
  3. pertukaran (acquisition by exchange)
  4. membuat sendiri (acquisition by self construction), dan
  5. diterima sebagai hadiah/penemuan (acquisition by gift or discovery).

Minggu, Oktober 23, 2011

Pengertian Aktiva Tetap

Aktiva tetap adalah aktiva (kekayaan) yang dimiliki perusahaan yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun terlebih dahulu, sifatnya permanen dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan untuk jangka panjang serta mempunyai nilai cukup material.

Aktiva tetap mempunyai karakteristik sebagai berikut:
  1. Digunakan dalm kegiatan normal perusahaan, artinya tetap dimiliki untuk digunakan dalam operasi perusahaan bukan untuk dijual kembali (barang dagangan), atau investasi.
  2. Masa manfaatnya lebih dari satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan, dan nilai manfaatnya dapat diukur.
  3. Mempunyai nilai yang cukup material, artinya nilai/harga aktiva tersebut cukup tinggi. Misalnya: tanah, bangunan, mesin-mesin, inventaris, peralatan, kendaraan. Sedang aktiva yang nilainya relatif kecil, walaupun dapat digunakan dalam jangka panjang, tidak digolongkan sebagai aktiva tetap. Misalnya: pulpen, kalkulator, gunting.
  4. Memiliki wujud fisik.
Berdasarkan sifatnya, aktiva tetap dibagi atas:
  • aktiva tetap berwujud (tangible fixed assets), dan
  • aktiva tetap tak berwujud (intangible fixed assets).
Aktiva tetap berwujud seringkali disebut saja aktiva tetap, yaitu aktiva tetap yang mempunyai bentuk fisik, dalam hal ini terdapat tiga jenis aktiva tetap berwujud, yaitu
  1. Aktiva yang merupakan sumber penyusutan (depresiasi), seperti gedung, peralatan, inventaris/equipment, kendaraan.
  2. Aktiva yang merupakan sumberdeplesi, seperti tambang mineral/sumber-sumber alam (mineral deposits).
  3. Aktiva yang tidak mengalami penyusutan atau deplesi, seperti tanah untuk tempat bangunan perusahaan.
Aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Assets)

Yaitu aktiva yang tidak memilki wujud fisik, tetapi mempunyai nilai/manfaat bagi perusahaan yang dinyatakan dalam bentuk jaminan tertentu, seperti hak paten, goodwill, hak cipta, hak monopoli, merek dagang, biaya riset dan pengembangan, dan biaya pendirian perusahaan.

Senin, Oktober 17, 2011

Profesi Akuntansi

Orang yang mempunyai keahlian dalam bidang akuntansi dan memberikan jasa kegiatan akuntansi kepada yang membutuhkan disebut "Akuntan" sesuai dengan lingkup tugas dan kegiatannya maka akuntan dibedakan sebagai berikut :

1. Akuntan Publik/Ekstern (Public Accountant)
Adalah akuntan yang kegiatannya memberikan jasa pelayanan di bidang akuntansi kepada perusahaan dengan imbalan sejumlah tertentu, jasa pelayanan tersebut antara lain : Pemeriksaan laporan keuangan, penyusunan sistem akuntansi, konsultan pajak, konsultan manajemen, penyusunan standar akuntansi, dan lain-lain.

2. Akuntan Intern (Private Accountant)
Adalah akuntan yang bekerja disuatu perusahaan dengan jabatan/tugas yang bisa dipegang, antara lain :
- sebagai kepala pembukuan
- sebagai ahli manajer dalam bidang perpajakan
- pemeriksaan intern

3. Akuntan Negara dan Akuntan Pemerintahan (Goverment Accountant)
Adalah akuntan yang bekerja sebagai pemeriksa/auditor di lembaga pemerintah, misalnya para akuntan yang bekerja di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), termasuk akuntan yang bekerja di kantor pajak.

4. Akuntan Pendidik
Adalah akuntan yang bertugas mengajar dalam bidang pendidikan dan keterampilan akuntansi.

5. Akuntansi Manajemen
Adalah akuntan profesional yang memilki kemampuan di bidang akuntansi manjemen.

Jumat, Oktober 14, 2011

Bidang-Bidang Akuntansi

Kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang cepat cenderung mengharuskan untuk menguasai bermacam-macam bidang-bidang akuntansi, antara lain :

1. Akuntansi Umum atau Akuntansi Keuangan (General of Financial Accounting)
Adalah bidang akuntansi yang melakukan pencatatan transaksi-transaksi perusahan sampai kepada penyusunan laporan keuangan secara berkala.

2. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Adalah bidang akuntansi yang menekankan dalam kegiatan perhitungan dan pencatatan biaya-biaya produksi guna menyajikan informasi harga pokok produk kepada manajemen.

3. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan masalah perpajakan mulai dari tatacara perhitungan sampai pada pemungutan pajak terhadap wajib pajak.

4. Akuntansi Anggaran (Budget Accounting) dan Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Adalah bidang akuntansi yang kegiatannya menyajikan rencana keuangan untuk suatu masa tertentu, membandingkan kegiatan antara kegiatan yang dianggarkan dengan kenyataannya, guna perencanaan untuk masa yang akan datang.

5. Akuntansi Pemerintah (Goverment Accounting)
Adalah bidang akuntansi yang kegiatannya kepada transaksi-transaksi keuangan yang dilakukan oleh lembaga pemerintah, baik tentang pencatatannya sampai pada penyusunan laporan pertanggung jawaban.

6. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing Accounting)
Adalah bidang kegiatan akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan secara bebas atas akuntansi keuangan yang biasa dilakukan para Akuntan Publik atas laporan keuangan perusahaan.

7. Sistem Akuntansi (Accounting System)
Adalah bidang khusus akuntansi yang berhubungan dengan penetapan sampai pelaksanaan suatu prosedur akuntansi yang ditetapkan disuatu perusahaan sehingga terciptanya suatu cara untuk melindungi kekayaan perusahaan.

Kamis, Oktober 13, 2011

PENGERTIAN AKUNTANSI

Pada umumnya definisi akuntansi yang dikemukakan para ahli tidak jauh berbeda, pada dasarnya dapat disimpulkan bahwa Akuntansi adalah suatu tahapan proses pengumpulan (pengidentifikasian), pencatatan, pengelompokan, peringkasan dan penyajian (pelaporan) dari transaksi-transaksi keuangan serta penafsiran hasilnya guna pengambilan keputusan.

Pihak-pihak yang bekepentingan dengan akuntansi

Akuntansi berguna untuk memberikan informasi ekonomi dalam bentuk laporan keuangan bagi pihak-pihak yang berkepentingan (pengguna Laporan Keuangan) antara lain:

1.Pimpinan Perusahaan/manajer perusahaan
Untuk mengetahui dengan tepat posisi keuangan, guna pengambilan keputusan dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi, menilai, dan mempertanggung jawabkan keberhasilan dalam mengelola perusahaan.

2. Pemilik perusahaan/pemegang saham
Untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan perusahaannya, misalnya berapa laba yang diperoleh, atau rugu yang di derita dan bagaimana prosprknya dimasa yang akan datang.

3. Para Kreditur/lembaga kredit (bank)/supplier
Untuk menjadi pertimbangan pemberian kredit.

4. Penanam modal/Investor
Apakah dana yang ditanamkan di perusahaan itu aman dan menguntungkan.

5. Pemerintah/Kantor pajak
Sebagai bahan untuk pembinaan dan keperluan penetapan besarnya pajak yang harus dibayar perusahaan.

6. Karyawan/serikat kerja
Untuk mengetahui keadaan perusahaannya hal itu akan menentramkan karyawan akan kelangsungan hidup perusahaannya dan kalau mungkin pengajuan peningkatan kesejahteraan.

7. Lembaga-lembaga tertentu

Rabu, Oktober 12, 2011

Vocabulary in Acconting

  • Earned : Pendapatan/Penghasilan
  • Earned Surplus : Laba yang tidak dibagi/laba yang diakumulasi
  • Earning Per Share : Pendapatan/penghasilan per lembar saham
  • Earning Power : Kemampuan memberikan hasil/perbandingan antara pendapatan netto atas modal usaha dengan kekayaan bersih untuk usaha
  • Earning Power Ratio : Perbandingan kemampuan yang menghasilkan
  • Earning report : Laporan pendapatan yang dicapai, daftar rugi laba
  • Earning Statement : Laporan laba yang ditahan
  • Earnest Money : Uang pengikat jadi, uang tutup rembuk
  • Education Accounting : Pendidikan Akuntansi
  • Embargo : Larangan/pengaluran impor/ekspor barang/jasa
  • Emitten : Perusahaan penjual saham, perusahaan yang go public
  • Employee : Karyawan
  • Ending Balance : Saldo akhir, saldo per 31 desember
  • Ending Balance sheet : Neraca akhir, neraca per 31 desember
  • Ending Capital : Modal akhir, modal per 31 desember
  • Ending Inventory : Persediaan akhir, persediaan per 31 desember
  • Ended : Yang berakhir
  • Ended december 31,2010 : Yang berakhir 31 desember 2010
  • End Money : Uang cadangan
  • End Of Month : Akhir bulan pembayaran harus lunas pada akhir bulan
  • Endor See : Pihak yang mengindosemen/membeli wesel/promes
  • Endoser : Pihak yang menyerahkan/menjual wesel/promes
  • End Product : Produk akhir, hasil akhir
  • Enter Prise : Perusahaan
  • Entertaiment Expense : Biaya jaminan
  • Entitas : Kesatuan, hubungan dengan kesatuan
  • Entry : Ayat pencatatan
  • Equilibrium Interest Rate : Tingkat bunga keseimbangan
  • Equipment : Peralatan
  • Equities : Kekayaan, harta, aktiva
  • Equity : Kekayaan bersih
  • Equity Capital : Modal bersih yang diinvestasikan
  • Establishing the Petty Cash Fund : Pembentukan/Pengisian dana kas kecil